Rabu, 22 Juni 2011

Cesc Fabregas

Kapten atau pemain Arsenal yang dikabarkan menjadi buruan Barcelona, Cesc Fabregas, telah tiba di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2011. Kunjungan pemain Spanyol itu hanya beberapa jam setelah mantan kapten timnas Belanda, Giovani Van Bronckhorst tiba di Ibukota. Dalam kunjungan singkatnya, Fabregas dijadwalkan mengunjungi Jakarta dan Bali. Namun, Fabregas mengaku ternyata tak begitu mengenal Indonesia. Hanya ada dua kota yang dia tahu di sini, yakni Bali dan Jakarta.

Meski demikian, Fabregas datang dalam acara yang berbeda dengan Gio. Pemain asal Spanyol itu hadir sebagai duta produk makanan ringan, Biskuat. Ia akan menyerahkan trofi bagi tim juara Piala Biskuat Tiger Cup 2011. Fabregas hadir Jakarta untuk memeriahkan partai puncak Biskuat Tiger Cup 2011. Acara ini akan digelar di Bali, Kamis, 23 Juni 2011 dan rencananya Fabregas akan memberikan langsung trofi kepada tim juara.

Di Pulau Dewata, Fabregas akan menyaksikan partai puncak Biskuat Tiger Cup 2011. Pemain bernama lengkap Francesc Fàbregas i Soler itu juga akan memberikan coaching clinic dan menyerahkan langsung trofi kepada tim juara bersama striker timnas Indonesia, Bambang Pamungkas.

Pesona Cesc Fabregas ternyata tidak hanya untuk masyarakat biasa. Tapi juga untuk Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Andi Mallarangeng. Menpora yang mengaku sering menyaksikan aksi Fabregas di lapangan hijau, ingin agar ada kesan yang diterapkan sang bintang saat berkunjung ke Indonesia.

"Saya harap Anda bisa memberi insipirasi buat anak-anak Indonesia agar meraih prestasi yang lebih baik. Paling tidak di tingkat Asia," kata Menpora yang hadir dalam jumpa pers di Ballroom Sumatera, Jawa, dan Sulawesi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu 22 Juni 2011.

"Jika nanti PSSI-nya sudah tidak lagi berantakan, anak-anak inilah yang akan menggantikan posisi pemain-pemain sekarang," tambahnya menyindir situasi PSSI yang dua kali gagal menggelar Kongres memilih Ketua.

Menurut Fabregas, anak-anak Indonesia memiliki potensi yang besar. Namun, untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi, masih banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia.

"Masa depan Indonesia cerah. Lewat Twitter saya jadi tahu pertandingan yang dilakukan Indonesia. Saya suka cara mereka bermain, energi, gaya, dan teknik. Namun, Anda harus realistis dan harus melangkah satu per satu, semua harus ada perkembangannya," kata Fabregas yang hadir mengenakan kaus merah dipadu dengan jeans biru.

Hal lain yang diajarkan oleh Fabregas pada anak Indonesia adalah jangan mencampuradukkan masalah pribadi dengan kehidupan profesional. Sebab, pecinta sepakbola yang sudah mahal membeli tiket pertandingan tentu ingin melihat sesuatu yang menghibur. Bukan pemain yang tengah sendu dengan kehidupan pribadinya.

"Tentu saja kehidupan pribadi bisa membuat sedih dan mempengaruhi permainan Anda. Tapi Anda harus tenang dan tidak menunjukkan pada dunia kalau Anda punya masalah," kata Fabregas lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar